Ada 3 Cara Menanggapi Pujian Agar Tidak Terlena

Jika mendulang sebuah prestasi yang membawamu menjadi lebih di atas anagan-angan misalnya, akan ada seseorang bahkan beberapa orang terdekatmu yang serempak memberikan berbagai macam bentuk apresiasi. Apresiasi yang secara spontan dilontarkan biasanya erat dengan sebuah pujian. Seringkali, pujian tersebut membawa kita menjadi lebih berbangga diri atas apa yang telah kita usahakan, lama nya pujian ini tidak baik untuk kita pelihara, salah satu penyebabnya adalah menjadi semakin terlena dan tidak membuat kita berkembang.

 

source: http://www.pixabayapplause

Ada 5 cara untuk menanggapi pujian yang bisa di coba:

  1. Beri senyuman terindah

    Senyuman seringkali merupakan awalan yang baik dalam memulai sebuah interaksi, begitupun ketika seseorang melontarkan  pujian kepada kita atas apa yang telah kita raih.

    Senyuman yang tulus, akan membuat orang tersebut merasa dihargai dan menjadi ladang inspirasi untuk nya di suatu saat ketika ia berhasil, ia akan melakukan hal tersebut

  2. Selalu ingat di atas langit

    Peribahasa tersebut bersifat fleksible untuk digunakan dalam perkembangan zaman. Karena pada hakikatnya, akan selalu ada orang-orang yang lebih dari kita dan untuk itulah kita di wajibkan untuk selalu bersyukur dan tetap bersabar.

  3. Tanamkan mindset “pujian adalah penutup topeng diri”

    Memikirkan bahwa setiap diri ini selalu bersebelahan dengan 2 sisi, yaitu bisa sisi positif atau negatif. Ketika waktu memberikan kita positif, berbagai pujian menyeruak masuk dan disitulah saatnya untuk membisikkan diri “Pujian adalah sebagai penuutp topeng dari perbuatan burukku”.

Pujian boleh saja di lontarkan dan kita tidak bisa menolaknya, namun selalu ada dalam sisi kehidupan bahwa segala sesuatunya perlu ada pengelolaan agar tidak menimbulkan bencana di kemudian hari.

Demikian beberapa cara yang bisa membuat kita semua semakin belajar dari hari ke hari dalam memaknai setiap detail kecil dari respon lingkungan. Belajar dalam menanggapi hal-hal yang sangat dekat sekali pada kehidupan kita, niscaya menjadi sebuah habit positif yang semoga tertular menjadi virus kebaikan.

Iklan

Mari Atur Waktu Olahragamu Yuk!

Mendisiplinkan pada diri untuk konsisten dalam proses menggapai beberapa mimpi memang sangat perlu, namun aku merasakan pada diri sendiri bahwa jika tidak ada keseimbangan di dalamnya, maka ada beberapa yang terkikis bahkan hilang.

Aku mengalaminya dalam segi olah fisik atau olahraga. Aku termasuk tipe yang sangat malas untuk beranjak dari kasur ketika pagi hari tiba. Sudah tertuliskan dalam benak bahwa “esok pagi harus lari”, yang ada di situ semua hanyalah wacana belaka.

Sehingga di tahun 2018 ini, aku ingin sharing sedikit bagaimana pengalaman olahragaku, mengingat aku sebagai pekerja dis ebuah perusahaan yang menggunakan sistem kerja shift. Dan dengan teratur dalam berolahraga, rasa tidak enak badan atau demam-flu yang biasa dengan mudah menyerangku dahulu, sedikit demi sedikit mulai tidak terasa.

Pertama yang aku lakukan adalah berdoa dan memohon kepada Allah, bahwa raga dan jiwa ini adalah titipan yang harus aku maintain dengan sebaik-baiknya. Salah satu mencintai dan maintan itu adlah dengan mengolah raga ini secara teratur (tidak musim-an).

 

 

jogging

source: http://www.pixebay

 

Lalu aku memiliki buku daily list yang harus aku buka setiap pagi, karena pada malam harinya aku telah menuliskan rencana pagi hari ini akan melakukan apa saja.

Pada list pertama setelah melakukan kewajiban sebagai umat muslim yaitu sholat subuh, aku menuliskan jogging pagi selama 30 menit keliling komplek indekos. Harus dipaksakan dengan punya mindset “merawat tubuh sedari muda adalah investasi di masa tua”.

Itu adalah ketika shift pagi maupun siang, hanya ketika shift pagi terlalu mepet, aku mengambil waktu sepulang kerja yaitu pukul 15.00 dan itu mencegah aku melakukan overtime di kantor.

Jika sore hari, aku tidak melakukan jogging, namun cukup berolahraga di kamar indekos ini dengan memanfaatkan beberapa hasil download zumba dance dari Youtube dan itu terasa cukup sekitar 30-45 menit.

Aku pun memanfaatkan waktu berenang ketika aku shift siang, yaitu antara hari selasa dan kamis, karena pada hari tersebut diberlakukan woman’s day sehingga dalam kegiatan berenang pun, secara pribadi aku tidak perlu risau ataupun risih.

Semoga bermanfaat ya, karena untuk memulai memang terasa sangat berat. Namun jika sudah dilakukan dan berjalan selama tiga bulan, hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan.

Selamat mencoba.

NHW#9 Bunda (Calon Bunda) sebagai Agen Perbahan

Untuk menemukan misi spesifik hidup, tentu tidak berlangsung hanya dalam sehari dua hari namun harus dilakukan secara konsisten dengan rasa pencarian yang terus menerus.

Ketika saya memutuskan untuk menemukan misi spesifik hidup di dunia kepenulisan dan menjadi lebih berbinar-binar karenanya, maka saya akan melanjutkan hal tersebut dengan bagan sebagai berikut:

Empati+passion=social venture

Minat Hobi,

Ketertarikan

 

Skill, hard soft

 

Issue Sosial

 

Masyarakat

 

Ide Sosial
Menulis buku

 

Menulis

Pantang Menyerah

Konsisten

Terjadinya sifat psikosomatis karena tidak sema tersampaikan melalui pembicaraan Semua kalangan Budaya Membaca One Wek One Book

 

Budaya Fast Writing

 

Dan ketika say a benar-benar bisa melakukan hal tersebut, menjadikan kekuatan pada diri saya sendiri untuk semakin yakin dan bisa melakukan hal ini sebagai solusi pada diri sendiri terhadap keadaan yang terkadang tidak selaras dan tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Selain dari mencoba kelola harapan itu sendiri maka mencoba untuk menuliskan segala sesuatu-nya itu adalah hal yang menyembuhkan untuk diriku sendiri.

Karena denan menjadi ibu, adalah suatu proses yang tiada henti untuk bisa menjadi agen perubahan pada sebuah peradaban. 🙂

Hasil gambar untuk misi hidup

NHW#8 Misi Hidup dan Produktivitas

Masuk pad NHW#8 ini adalah klimaks dari matrikulasi pada Bunda Produktif. Mengawali menuliskan dan merangkai kata untuk NHW#8 ini, terbersit diri ini, sudah masuk dalam kata terlambat dalam “menggalaukan” apa-apa yang masuk dalam misi hidup sehingga menunjang produktivitas kita selama hidup di muka bumi Allah ini.

Namun, ada satu kalimat yang membuat saya tidak patah arang untuk terus bergerak hingga yang terjadi adalah berubaha atau kalah.

Melihat dari NHW#& sebelumnya yang membahas segala hal terkait segala sesuatu yang BISA dan SUKA, maka hal itu adalah menulis.

 

ms

Dilanjutkan dengan menjawab melalui 3 elemen BE DO HAVE sebagai berikut:

  1. Kita ingin menjadi apa? (BE)

Saya ingin menjadi penulis

  1. Kita ingin melakukan apa? (DO)

Saya ingin melakukan kegiatan menulis dengan konsisten 2 lembar per hari

  1. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Saya ingin memiliki buku terbit yang bisa bermanfaat dan di baca oleh banyak orang dan memiliki usaha dalam penerbitan/percetakan buku

Setelah menjawab ke-3 dari elemen tersebut, maka perhatikan 3 aspek dimensi waktu sebagai berikut:

  1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Kurun waktu kehidupan kita adalah sepanjang kita hidup di muka bumi ini. Yang ingin saya capai adalah mengalir sebuah amal jariyah yang saya ikhtiarkan melalui tulisan dan berwujud sebuah buku yang kelak bermanfaat untuk sekitar.

  1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)

Yang ingin saya capai dalam kurun 5-10 kedepan sesuai dengan milestone yang pernah saya jabarkan pada NHW sebelumnya adalah dengan terus fokus pada menulis (materi dan keilmuan tentang menulis) dan konsisten untuk selalu practice (menulis)

Dalam kurun waktu ini kita persempit pada jangka waktu 5-10 tahun yang jika diperhitungkan, sebagian dari misi hidup telah kita capai dengan sebuah hasil, yaitu tulisan pada buku terbit yang bermanfaat.

  1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Adalah sebuah buku terbit yang benar-benar terbit dan sampai di tangan para pembaca, sudah mendapatkan pembaca yang sudah mau membeli buku terbit saya. Lalu mulai merintis untuk memasukkan tulisan pada penerbit mayor sehingga terbit secara self publishing adalah sebagai langkah awal untuk proses personal branding dan belajar untuk memahami proses dari sebuah penerbitan.

 

 

#NHW7-Rezeki Mulia dengan Fitrah Bakat

Masuk pada #NHW7 kali ini mengenai rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus di cari.

Membuat saya semakin terbuka lebar tentang pemahaman pada sebuah rezeki itu sendiri. Terkait bagaimana kita mendapatkannya dan bagaiamana kita juga mengeluarkannya.

got talent

(sumber: http://www.pexels.com)

Dengan menggunakan sebuah aplikasi www.temubakat.com kita akan mencari tahu (dalam konteks ini), kita semakin mencari tahu bakat kita menjurus pada kondisi seperti apa.

Hasil ST30 yang dilakukan pada 13 Juli 2017

c

Potensi Kekuatan saya ialah :

  1. ANA – ANALYST
  2. CRE – CREATOR
  3. EXP – EXPLORER
  4. JOU – JOURNALIST
  5. MOT – MOTIVATOR
  6. RES – RESTORER
  7. SLC – SELECTOR

 Potensi Kelemahan saya ialah :

  1. CMD – COMMANDER
  2. DES – DESIGNER
  3. MAR – MARKETER
  4. SEL – SELLER
  5. SER – SERVER
  6. TRE – TREASURY

 

Strength Cluster (%)  :

  1. Reasoning 29%
  2. Elementary 14%
  3. Thinking 14%
  4. Networking 14%
  5. Generating Idea 14%
  6. Headman 14%

Selanjutnya adalah membuat 4 kuadran yaitu:

Kuadran Suka dan Bisa

  1. Menulis
  2. Membaca
  3. Memasak
  4. Analisis

Kuadran Suka tapi Tidak Bisa

  1. Menulis efektif dan di terima pangsa pasar
  2. Marketing
  3. Mempengaruhi orang lain untuk mengikuti 

Kuadran Tidak Suka tapi Bisa

  1. Berdandan
  2. Self control
  3. Digital Improvement

Kuadran Tidak Suka dan Tidak Bisa

  1. Menjahit

Sehingga demikian temu bakat yang saya temui dapat di jabarkan dalam 4 kuadran tersebut. Semoga dapat bermanfaat untuk bisa semakin mengakurasikan diri terhadap temu bakat yang telah saya dapatkan melalui bantuan tools ini dan atas NHW 7 ini.

#NHW6 Belajar Menjadi Manager Keluarga Handal

Materi selepas libur lebaran, semakin membuat berbinar, kenapa?

Ya sekali lagi ini berkaitan dengan menemukan peran yang sebenarnya dari penciptaan kita di dunia oleh Allah. Tidak mau, hanya sekedar hidup tanpa memberikan kontribusi yang berarti, apalagi untuk keluarga tercinta.

Membangun keluarga yang nantinya masih dalam sebuah imajinasi dan kelak di jamin oleh Allah, manusia akan hidup secara berpasang-pasangan dan kelak akan membangun sebuah keluarga, maka di sanalah titik  peran Ibu dalam mengelola diri sendiri (manage) agar tercipta kolaborasi yang baik dalam keluarga.

 

 

Dimulai dari manajemen diri sendiri terlebih dahulu yang dapat dimulai dari menulisakn 3 aktivitas paling penting dan 3 aktivitas paling tidak penting.

  1. Aktivitas paling penting
  2. Mengurus diri sendri secara jasmani-rohani (Sholat, mengaji, makan, tidur, olahraga, hiburan, mandi) à 12 jam per hari
  3. Bersosialisasi dengan lingkungan luar (bekerja, bersosial media) à 8 jam per hari
  4. Belajar pengembangan diri dengan berbagai media (buku, sosial media, radio, browsing) dan menulis di note à 4 jam per hari
  5. Aktivitas paling tidak penting
  6. Bersosial media dengan di luar dari waktu tersebut
  7. Mengurangi jatah waktu dalam mengurus diri sendiri (men-skip nya)
  8. Terlalu berlebihan sehingga habis waktu, jika telah menemukan sebuah bacaan buku yang bagus

Dan ketika menengok kembali dari list tersebut, aktivitas yang sering menyedot banyak waktu adalah dengan mengikuti apa yang di rasa hati itu menyukai dan melupakan hal tersebut telah memiliki porsinya, sehingga apakah itu termasuk dalam aktivitas penting? Dan seharusnya hal itu menjadikan sebagai aktivitas dinamis kita untuk memperbanyak jam terbang peran hidup kita nantinya.

Menentukan aktivitas paling pentingà sehingga terlihat hanya beberapa waktu (jam) yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan kegiatan

  1. Mengerjakan kegiatan sholat di awal waktu (maksimal 10 menit dari adzan berkumandang) sehingga total adalah 50-60 menit per hari

Mengaji dalam satu hari dengan waktu 1jam 30 menit

  1. Mengerjakan perawatan tubuh (mandi, fokus pada ketahanan tubuh dalam satu hari) adalah sbb:

Pagi hari dengan mandi 10 menit

Aplikasi skincare dll 10 menit

Olahraga 15 menit

Malam hari dengan skincare malam+masker 20 menit

Sehingga total adalah 55-60 menit perhari

  1. Komunikasi dengan keluarga (sapa pagi hari seluruh anggota keluarga 5 menit-di jam pick hours sapa dengan menyemangati masing-masing di grup 5 menit-menelfon ibu saat menjelang malam/mengobrol tentang ativitas hari ini 15 menit) sekaligus belajar dengan terus menulis tanpa henti setiap harinya dengan waktu 30 menit untuk research dan 30 menit untuk menulis (freewriting+edit)

 

Dapat terlihat, aktivitas penting saya dalam satu hari adalah 5 jam

Selanjutnya terdapat aktivitas rutin yang harus dikumpulkan menjadi satu waktu dan berikan kandang waktu (cut off-nya diperhatikan)

Tidur malam 6 jam perhari

Olahraga 15 menit per hari

Makan 30 menit(@sesi)à90 menit perhari

Urusan di kosan (bersih-bersih) 20 menit perhari

Menulis(30menit)-berkomunikasi(30 menit)-research data  (30 menit)

 

Lalu setelah terkumpul aktivitas rutin tersebut, saya dapat membuat jadwal harian yang dapat saya kerjakan sesuai dengan kandang waktu beserta aktivitas dinamis tersebut.

Berikut jadwal rutin harian saya yang akan saya bagi menjadi 2 season

Season 1 ketika saya shift pagi

Tahajud                                                               02.30-03.00

Bangun dan sholat subuh                               05.00-05.15

Murojaah/hafidzul Qur’an                              05.15-05.30

Sarapan-mandi-daily routin skincare            05.30-06.00

Sapa keluarga di grup sekaligus blogwalking 06.00-06.20

Berangkat kerja                                                 06.20-06.35

Bekerja                                                               06.35-15.15

Pulang  kerja                                                     15.15-15.30

Olahraga- waktu bebas (rehat)-sholat Ashar 15.30-16.30

Mandi                                                                 16.30-16.45

Tilawah Al-Qur’an                                            16.45-18.00

Persiapan mengaji                                           18.00-18.30

Mengaji                                                                18.30-21.30

Menulis                                                                21.30-22.00

Tidur                                                                     22.00-02.30

Season 2 ketika saya shift siang

Tidur malam                                                     23.30-02.30

Tahajud                                                             02.30-03.00

Bangun dan sholat subuh                               05.00-05.15

Murojaah/hafidzul Qur’an                              05.15-05.30

Sarapan-mandi-daily routin skincare            05.30-06.00

Sapa keluarga di grup sekaligus blogwalking 06.00-06.20

Menulis lanjut mencari data                            06.20-08.20

Mandi dan urusan kosan                                  08.20-09.20

Ada kegiatan di luar (tent) /bebas/Tilawah   09.20-11.20

Persiapan berangkat kerja (masak)                 11.20-12.20

Mandi                                                                    12.20-12.45

Berangkat kerja                                                   12.45-13.00

Bekerja                                                                  13.00-22.00

Pulang kerja                                                          22.15-22.30

Olahraga dan perawatan skincare malam     22.30-23.30

 

Semoga saya diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan daily rutin tersebut selama 3 bulan kedepan 🙂

 

 

NHW#5 Design Pembelajaran

Design Pembelajaran Calon Ibu Profesional

Menciptakan dan menyusun design pembelajaran calon ibu profesional by Grandys adalah dengan mencoba menerapkan metode ADDIE sebagai penunjang proses pembelajaran diri secara fitrah.

Pengertian dari Design pembelajaran sendiri, merupakan praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan antara penerima dan pemberi ilmu (sumber google.com)

Maka dari itu, kesesuaian antara misi hidup yang telah Allah karuniakan kepadaku yang selama ini aku tidak menyadarinya secara utuh, ternyata membuat aku sering merasa berbinar-binar. Dengan menulis, aku serasa menjadi sebuah tempat menemukan kebahagiaan yang tak terduga sebelumnya juga lebih merasa hidup dan lebih bersyukur.

Sehingga, dengan begitu telah aku jabarkan tentang perjalanan KM 0 ku yang terhitung secara rentang selama  5 tahun, dapat dipelajari dan dijabarkan secara mendetail dengan Metode ADDIE ini.

Metode ADDIE ini yang sifat pembelajarannya lebih generik, fungsinya yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis, dan mendukung kinerja dari pelatihan itu sendiri.

Ada 5 tahapan dari model ADDIE ini yaitu:

  1. Analisis
  2. Design
  3. Development
  4. Implementasi
  5. Evaluasi

(sumber ervindasabila.blogspot.com)

baloon

sumber: pexels.com

Kecocokan dalam design pembelajaran tersebut dengan kebutuhan dalam belajar aku, yang saat ini aku rasakan  adalah dalam langkah demi langkahnya yang menarik dan menimbulkan kesinambungan satu sama lainnya. Sehingga terbentuk sebuah implementasi untuk terus di evaluasi.

Tidak menutup kemungkinan, ilmu yang aku dalami kelak akan terus menerus berkembang karena adanya sistem evaluasi tersebut.

Berdasarkan NHW#4 tentang miles stone dan kepenulisan salah satu contoh dari checklist di NHW#2 dan saat ini NHW#5 tentang mendesign-kan hal tersebut kelak akan menjadi:

  1. Analisa

Aku akan menjabarkan tentang perihal kepenulisan secara teoritis beserta faktor-faktor yang menjadi parameter keberhasilan dan hambatan yang ada di dalamnya. Aku harus mulai memunculkan satu bukti nyata ketika ada sebuah kendala, maka aku akan menyikapinya seperti apa.

  1. Design

Disini, aku akan membangun kurikulum sesuai dengan miles stone aku, yang terentang dari beberapa waktu hingga benar adanya menulis adalah sebuah ketercapaian yang tidak hanya disukai namun benar di praktekkan.

 

Singkatnya dapat aku bagi dari 3 kategori, yaitu pengenalan (agar aku tahu lebih dulu), pemahaman (on track aku benar melakukan apa yang di sebut dengan menulis, yaitu menulis terus tanpa henti sekaligus mencari mentor untuk bisa menemukan jalan kepenulisan aku), dan mahir (yaitu kondisi dimana sudah menemukan genre yang bisa di kembangkan dengan lebih baik lagi hingga terasa kebermanfaatannya bagi diri sendir dan lingkungan).

 

  1. Development

Pengembangan dari hal-hal yang sudah di design kan itu langsung secara nyata. Dapat membuat sistemik yang sudah meliputi bagian-bagian kritis dari proses pembelajaran kepenulisan tersebut, apakah sudah ada sistem dalam mengolah hasil tulisan seperti editor dan penerbit. Apakah akan di proses  secara self publishing ataukah melalui mayor.

 

  1. Implementasi

Adalah benar adanya hal itu terlaksana. Seperti sebuah buku yang benar nyata sudah menjadi dalam bentuk buku yang sudah siap untuk naik cetak dan proses distribusi.

  1. Evaluasi

Evaluasi diperlukan untuk kebutuhan revisi dan pengembangan menu sebuah karya yang baik dan dapat diterima oleh lingkungan sebagai sebuah jalan kebaikan.

Evaluasi juga bisa diterapkan dari langkah 1-4 tadi, namun yang di titik beratkan disni adalah evaluasi secara keseluruhan dari sistem yang telah di bangun hingga terjadi implementasi.

 

Proses pembelajaran itu tidak ada yang pernah sederhana, jika kita benar adanya menginginkan ilmu tersebut tersampaikan dengan baik.

 

Maka, kita harus benar-benar memahami jalan apakah yang akan kita tempuh hingga, dalam penentuan rute demi rute itu akan tergambarkan melalui cara metode pembelajaran yang beragam, sesaui dengan fitrah bakat manusia, bahwa manusia itu tercipta secara unik.

Selamat belajar untuk belajar J

 

 

NHW#4 Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

 

Memasuki matrikulasi ibu profesional dengan nice home work ke-4 ini, semakin penasaran dengan berbagai ilmu dan pengalaman-pengalaman yang seru dari para teteh-teteh yang sungguh inspiratif.

Memasuki NHW#4 ini membuat aku sering scroll up dan scroll down materi yang di berikan oleh teteh fasil dan juga beberapa pertanyaan yang memberikan insight baru untuk aku yang masih harus terus belajar ini.

Banyak merenung namun tidak segera mengerjakan juga, rasanya sangat tidak afdol. Hingga pagi hari adalah waktu yang tepat untuk meng-eksekusi berbagai rentetan ide untuk di tuangkan dalam tugas yang sangat-sangat mengalirkan berbagai macam rasa ini.

Masuk pada materi tentang pendidikan anak, sejujurnya aku masih mengambang akan seperti apa. Namun aku coba menggabungkan dengan apa yang aku dapatkan dan pada akhirnya aku mulai bisa merencanakan mendidik anak-anak aku nanti benar bisa sesuai dengan fitrahnya.

Menjawab dari beberapa pertanyaan berikut seperti

  1. Berlanjut pada NHW##1, apakah aku masih tetap memilih jurusan ilmu di Universitas kehidupan ini?

 

~Ya, aku tetap akan melanjutkan dari apa yang telah aku tulis pada NHW#1, yaitu tetap pada jurusan menulis. Ini erat kaitannya dengan misi hidup saya yang sering teringat dengan perkataan pak Jamil Azzaini kurang lebih adalah “Hidup jangan sekedar sukses, namun hidup juga harus mulia yaitu dengan terus-menerus menebar manfaat banyak orang”

Oleh sebab itu, langkah awal dari misi hidupku ini adalah dengan menulis.

Menulis bisa memberikan konektivitas yang sangat spesial jika aku bisa mengembangkannya dan bisa memiliki kebesaran jiwa untuk menerima berbagai macam kritik dan saran.

Dengan menulis, aku bisa menekuni misi hidupku secara terukur dan jelas.

study

source: http://www.pexels.com
  1. Jika melihat NHW#2, yang telah di isi dengan berbagai macam checklist harian dan apakah sudah di kerjakan secara konsisten?

 

~Ketika menilik ulang dari NHW#2 itu, peran saya sebagai seorang individu adalah prioritas yang harus aku follow up lebih dahulu, karena pengerjaannya sesuai dengan keadaanku yang masih single namun tidak menutup kemungkinana juga dalam checklistku pada peran sebagi ibu dan istri mulai perlahan-lahan di kerjakan. Seperti salah satunya adalah dalam perihal ilmu parenting.

Konsistensi hingga hari ini, sejujurnya mulai melemah. Salah satunya adalah dengan membuat jurnal syukur setiap hari sebelum tidur, mulai tidak di kerjakan karena ter-distraksi oleh berbagai macam faktor dan mungkin saja itu hanya alasan dalam mencari pembenaranku saja.

Aku mulai bisa mencari celah waktu terbaik ketika menemukan tidak konsistennya aku dalam menuliskan jurnal syukur itu.

Aku akan mencoba keras terhadap diriku sendiri hingga lingkungan mulai melunak seperti ajakan semangat dalam point ke dua ini.

 

  1. Cobalah lihat kembali NHW#3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah dalam menciptakan kita di bumi ini? Jika sudah, maka tetapkan bidang yang akan anda kuasai hingga peran hidup anda makin terlihat!

 

~Ketika diminta untuk menilik kembali NHW#3 ini, aku menjadi semakin menetapkan keyakinan dan yakin lagi dan lagi bahwa maksud Allah dalam menciptakan aku di muka bumi ini adalah sebagai penulis buku catatan kehidupan di dunia ini.

Jika di breakdown sesuai dengan misi hidup di dunia ini, peran yang sedang Allah beri adalah :

  • Diriku sendiri yang harus bisa berkembang dan bersyukur dengan cara merawat diri sendiri (individu)
  • Kepada calon keluargakuà calon imamku kelak (istri) dan calon anak-anakku kelak (ibu)
  • Kepada lingkunganku dan keluarga besarku yaitu mengambangkan dalam kepenulisan dengan berbagai komunitas

Misi hidup: Penulis

Peran: Menuliskan hal bermanfaat dan menjadi manfaat juga buat bumi Allah ini.

 

  1. Selanjutnya setelah melalui 3 pertanyaan tersebut, maka tentukan ilmu-ilmu apa saja untuk bisa melakukan misi hidup tersebut?

 

Misi hidup sebagai penulis ilmu nya adalah

  1. Dengan tidak berhenti menulis setiap harinya dan ketika tidak menulis, maka harus komitmen dengan declare adalah membayar hutang menulis di hari berikutnya
  2. Menggali menulis pada genre apa
  3. Menulis untuk di niatkan sebagai pengingat, pengembangan diri dan bermanfaat untuk bumi Allah
  4. Mengikuti komunitas menulis dan belajar dengan para penulis yangsudah sukses pada bidang tersebut dengan mencoba praktek lalu evaluasi

 

 

Misi hidup dengan 3 peran (individu, istri, ibu) ilmunya adalah

#Individuà Membaca buku pengembangan diri setiap bulannya 1 judul buku dan ada satu buku harian untuk menuliskan jurnal syukur dan satu buku untuk cheklist pengembangan diri apa saja yang telah aku lakukan hari ini serta worklist harian

#IstriàSebagai calon istri yang kelak menjadi istri dari seorang suamiku dengan terus mengalirkan rasa cinta akan terus bertumbuh setiap harinya. Ilmu tentang merawat pernikahan dan mengajak suami untuk bersama-sama mengikuti seminar parenting.

#Ibuà Sebagai calon ibu dari calon anak-anakku kelak, aku mencari ilmu parenting dengan benar praktik (tidak hanya teori saja) dan mengajak untuk terus membangun komunikasi positif serta quality time agar terus mengikuti dan menuliskan perkembangan tumbuh kembangnya mereka setiap harinya.

  1. Tetapkan milestone anda untuk memandu setiap perjalanan misi hidup anda?

 

~Ketika mendapatkan pertanyaan seperti ini, aku otomatis melihat kebelakang secara perlahan. Segalanya adalah tentang sebuah waktu yang begitu saja berlalu tanpa terasa aku menuliskan hal ini sudah berada pada usia 23 tahun.

 

Aku terinspirasi dari salah seorang blogger favoritku yaitu bunda Shanty dengan membagi perjalanan hidupnya. Aku terpikirkan untuk mencoba membagi juga dengan rentang waktu 5 tahun.

 

Sehingga aku saat ini telah berada 4.6 yahun perjalanan hidupku, maka benar adanya di ke-4.6 tahun kehidupan aku di dunia ini aku mulai sebagai titik KM 0.

Dapat aku ceritakan miles stone aku ini seperti melihat tanaman dapat berkembang secara subur.

 

  • Pada tahun ke 4.6 hingga 5.6 tahun adalah dengan fokus mencari ilmu dengan baik, memperbanyak silahturahim dan mencari hikmah secara barokah dari keadaan yang tidak selalu lurus, sebelum aku bisa menentukan lebih jauh lagi ilmu apa yang harus aku masukkan ketika ada seseorang lain yang akan membersamai di kehidupank kelakà hal ini seperti aku memilih akan membeli dimana bibit tanaman yang bagus untuk aku tanam dan rawat kelak, walau ibarat kata harus mencari bibi itu ke pusatnya (misal Lembang) maka akan berusaha aku tempuh, sama halnya dengan ilmu yang akau cari ini nantinya. Ilmu , baik ilmu dunia dan Al-Qur’an juga Al-Hadist

 

  • Pada tahun ke 5.6 tahun hingga 10.6 tahun (usia 24-29 tahun) sudah memilih bibit terbaik untuk di bawa pulang dan mencari hal-hal untuk bisa mengembangkan dan merawatnya dengan baik hingga bermanfaat selain sebagai paru-paru dunia, karena sudah terfokus oleh sebuah pilihan yang diyakini adalah baik.

 

  • Pada tahun ke 10.6 tahun hingga 15.6 tahun (usia 29 tahun-34 tahun)

Mengembangbiakkan dari satu tanaman tadi akan bisa berkembang dan bisa menebarkan manfaat untuk sekitar. Mencoba membuka bisnis yang bisa dilakukan dengan sinergi yang baik dengan sang suami atas misi dan peran hidup yang bisa dikembangkan sebagai seorang penulis

 

  • Pada tahun ke 15.6 tahun hingga 20.6 tahun (usia 34 tahun-39 tahun)

Menerima berbagai macam terpaan masalah, misal adanya perubahan cuaca yang ekstrem hingga mulai belajar dari kesalahan secara baik dan proses evaluasi secara efektif. Atau masalah ketika bahan baku dalam hal pengembang biakkan tadi, tidak tersedia selama beberapa waktu

 

  • Pada tahun ke 20.6 tahun hingga 25.6 tahun (usia 39 tahun-44 tahun)

Memberikan pengarahan dan delegasi atas berbagi macam ilmu dalam pengembang biakkan tanaman ini kepada orang-orang terdekat. Implementasinya pada rencana di tahun ini adalah aku sudah bisa mahir dan terampil atas bidang yang telah aku percayakan ini sebagai misi hidup

 

Lalu langkah dan step selanjutnya adalah selalu melakukan review secara konsisten setiap bulannya tentang apa yang telah dilakukan kita selama satu bulan.

 

Aku pernah melakukan hal ini namun lagi tidak konsisten. Kemudian, aku check kembali apa yang menyebabkan aku tidak konsisten dalam menjalankannya.

Salah satunya tidak adanya kemauan yang keras hingga konsisten tersebut di abaikan karena merasa hal itu tidak apa-apa kok jika tidak dilakukan.

 

Selamat berkonsisten ria dan sedikit keraslah terhadap diri sendiri jika di rasa semangat dan motivasi mulai mengendur.

Salam Ibu ProfesionalJ

 

 

 

#NHW 3-Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Tugas NHW yang sekaligus membuat kontemplasi secara maksimal 🙂

  1. Tentang suara hati

“Untukmu calon imamku”

  1. Lihatlah diri anda, tuliskan potensi yang ada pada diri
  2. Lihat orang tua dan keluarga anda. Baca kehendak-Nya mengapa anda di lahirkan di tengah2 keluarga dengan senjata potensi diri. Misi rahasia hidup apa yag DIA dititipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini
  3. Lihat lingkungan anda saat ini. Tantangan apa saja yang ada di depan anda? Adakah anda menangkap maksud Allah mengapa anda di lahirkan di lingkungan ini?

 

  1. Dear siapapun kamu calon imamku

Dimana dan kapankah perjalanan kita yang bercabang ini akan sampai pada sebuah pertemuan dan hingga hal itu terjadi, kamu pastinya sedang memantaskan diri juga kan?

Hingga pada akhirnya kita dipertemukan?

Apakah kamu tahu, sama halnya aku pun akan tahu?

Sudah banyak tulisan tentangmu dan tentangmu, lagi dan lagi yang tidak aku kenal siapakah itu hanya untuk aku simpan di dalam pesan draftku saja. Kelak ketika aku sudah benar menemukanmu, akan aku hapus kerena aku telah menemukan sebuah jawaban itu, wahai calon imamku.

Kini, aku masih sangat buta dan gelap, tentang kamu siapakah calon imamku.

Siapapun kamu, yang sudah pastinya telah sungguh-sungguh Allah siapkan untukku dan untuk kehidupan sesurga kita kelak. Aku percaya, di saat sulit seperti sekarang ini, baik aku ataupun kamu, pasti memiliki segudang cerita yang terpendam  masing-masing baik di masa lalu dan semoga baik aku ataupun kamu benar meridhoi setiap pertemuan kita kelak untuk menajdikan masa lalau adalah bagian dari perjalanan kehidupan.

Ketika saat ini aku sedang menuliskan sedikit surat terbuka kepada calon imamku, berarti aku sangat yakin kamu dan aku kelak akan menuju satu frekuensi yang sama.

Apakah seseorang dari masa lalu yang telah lama aku kenal dan akhirnya kita dipertemukan, ataukah seseorang di masa depan yang kita sam-sama baru saling mengena lalu memutuskan untuk bersama, merajut dan menjalin cinta membangun rumah tangga yang sangat dirindukan oleh surga.

Wahai calon imamku, aku hanya seorang wanita yang ketika telah di pertemukan melalui qodar Alalh, lalu kita bersama-sama membangun sebuah rumah tangga, maka aku akan menjadi seorang istri yang sekaligus bersiap menjadi seorang calon ibu yang pasti akan terus belajar secara progresive. Begitu pun kamu wahai calon imamku, aku akan menjalani apa kewajibanku sebagai istri yaitu bisa taat kepadamu di saat kita telah sama-sama dalam ikatan yang sah.

Wahai calon imamku, aku tidak hanya ingin namun benar-benar menjalin apa yang disebutkan sebagi komitmen. Secara teknis, kita bersama-sama dalam membingkai rumah tangga ini yang akan berjalan tidak hanya satu atau dua tahun saja, namun hingga ajal memisahkan kita dan inysa Allah kita dipertemukan kembali di surga nya Allah.

Meyakinkan diriku untuk bisa bertemu denganmu semakin kuat, keran akau sangat percaya bahwa kamu sangat dekat dariku sekarang ini, namun ada hal yang masih harus kita capai bersama-sama untuk menuju satu frekuesni.

Teruntuk calon imamku

a. Ketika aku melihat diri aku sendiri, banyak hal-hal yang tidak terduga sebelumnya bahwa aku sebenarnya memiliki hal unik yang benar-beanr Allah ciptakan demi sebuah misi hidup di dunia ini.

Potensi diri yang awalnya tidak aku sadari sama sekali dan cenderung akau abaikan adalah hal-hal yang dapat membuat aku semangat dan terus mencoba melakukan hal yang baru tanpa menghindari hal-hal yang dapat membuat dirku berpikir untuk tidak menyelesaikannya.

Mendengarkan orang lain dalam bercerita, menjadikan aku semakin antusias untuk menggali berbagai macam ilmu yang dia miliki hingga aku dapat menemukan hal baru untuk dapat aku aplikasikan dalam  perjalanan kehidupanku.

Menulis yang selama ini hanyalah sebatas data diri ketika ada edaran berupa biodata dan menulis tentang hobi, pasti menuliskan membaca dan menulis. Pada aktulanya aku selama ini mengabaikan hal itu, karena aku pikir menulis itu membutuhkan sebuah bakat dari lahir dan tidak mungkin sam sekali diri ini bisa menciptakan sebuah rangkaian aksara hingga membentuk cerita atau sebuah tulisan lepas seiring dengan perkembangan imajimasi kita.

Menulis juga mengantarkan aku pada perubahan fase –fase kehidupan untuk bisa semakin menebarkan manfaat dari sedikit cerita yang dapat aku bagikan dan bersyukur sekali bisa menjadi bahan kontemplasi kepada diri sendiri dan  sebagai jalan syukur terhadap apa yang telah terjadi dalam kehidupan setiap harinya.

Konsisten terhadap sesuatu ketika hal itu sudah di declare kan secara verbal dan aku menguatkan kepada diri untuk bisa konsisten terhadap apa yang telah aku yakini bahwa itu benar dan mendatangkan kebaikan untuk diriku sendiri juga lingkungan.

b. Keluaraga ku adalah keluarga yang komunikatif. Aku bersyukur sekali di lahirkan di sebuah keluarga yang memang di latih untuk tetap berjiwa besar dan selalu berusaha mencari jalan syukur atas apa yang telah Allah qodar-kan kepada keluargaku.

DSC_0971

Dengan keadaan orang tua yang masih menjalani LDM (Long Distance Marriage) aku banyak belajar berbagai hal tentang bagaimana mengkomunikasikan pada satu kepala dan kepala lain. Aku pun secara tidak langsung memahami di keluarga ini diriku sebagai fasilitator untuk bisa membaca lingkungan keluarga sedang dalam fase apa, dan aku menghubungkan kapada kepala keluarga yaitu papah untuk mencari wise atau hal-hal yang dapat aku bagikan kepada keluarga.

Aku merasakan potensi untuk bisa berkembang dalam keluarga yaitu sebagai seorang mediator ketika adik sedang membutuhkan pencerahan dalam setiap gejolak fase masa mudanya, maka aku belajar disaana untuk tidak menggurui namun bisa menentramkan dan sedikit membukakan pintu dari pemikiran-pemikiran yang negatif.

Visi rahasia Allah untuk aku dilahirkan di keluarga ini adalah semakin bisa menjalani apa yang disebut dengan bertumbuh dan seseorang yang mau bergerak hingga mengajak pada kebaikan antar seluruh anggota tidak ada salahnya.

e. Melihat lingkungan saat ini, aku sangat miris. Dengan banyaknya anak-anak yang mengalami kekerasan dalam hal pengasuhan dan para ibu yang sepertinya merasakan bahwa dirinya sudah tidak bisa lagi berkembang kala telah melahirkan seorang anak dan mulai membesarkan anaknya, maka aku kembali bergerak untuk bisa mengajak minimal dari keluarga dan orang-orang terdekatku untuk membangun sebuah kebiasaan untuk terus mau belajar minimal dengan rajin memabaca buku satu chapter

 

Hal-hal mengenai pengembangan diri harus diperkenalkan oleh samua pihak terutama para ibu dan calon ibu. Miris ketika banyak anak-anak yang dalam pengasuhannya mengalami kekerasan yang pada dasarnya tidak perlu, karena dengan teguran secara asertif pun bsia menjadikan pilihan lebih baik daripada melalui kekerasan.

 

Aku memahami misi hidup yang Allah beri kepadaku untuk bisa mengajak melalui tulisan .

Dan efek dari kerasan itulah, sang anak memilki ingatan yang buruk dalam hal pengasuhan dan pendidikan dengan ib.

Aku tidak mau hal ini terjadi hingga menjauhkan hubungan dan komunikasi antar ibu dengan anak tersebut. Hingga masa-masa dewasanya harus mengabaikan sang ibu. Hal ini menjadikan aku sangat miris dan ikut prihatin hingga tergerak dari langkah awala yaitu mengajak dengan rajin membuat tulisan untuk bisa selalu berkembang setiap harinya.

 

Semoga dengan langkah awal ini yaitu masa-masa sebelum aku menemukan calon imamku, aku banyak termenung banyak potenis diri yang masih bisa aku gali untuk dapat aku seimbangkan dan kolaborasikan dengan semakin baik dan baik lagi ketika sebuah masa pertemuan itu tiba.

 

#NHW-2 Checklist Ibu Profesional

Masuk pada materi minggu kedua setelah bersemedi ria dengan tugas NHW-1 tentang adab menuntut ilmu, aku menjadi yakin bahwa seseorang yang berusaha dekat dengan ilmu, maka akan semakin dekat dengan sang pemberi ilmu.

Tugas NHW-2 ini aku menjadi semakin berusaha menyelami beberapa materi pokok dari bagaimana tercipta dan hadirnya seorang ibu dalam kehidupan kita ini. Selain itu, kepada ibu yang benar adanya menjadi tiangnya sebuah peradaban sangat penting bagiku untuk melihat lebih dalam lagi tugas-tugas yang harus kita siapkan dan kerjakan sebelum menjadi seorang ibu, terutama ibu profesional.

Checklist Indikator profesioanlisme perempuan.

Aku artikan adalah sebagai alat bantu untuk mencapai sebuah goals sebagiamana aku di ciptakan di dunia ini menjadi seorang khalifah yang semoga bisa mulai menebar manfaat ke lingkungan dengan berbagai macam peran salah satunya kelak menjadi seorang ibu profesional.

 

stock-photo-personal-growth-milestones-concept-537276361

Ketika saya masih sedang dalam fase single seperti sekarang ini, ada baiknya dengan tahapan untuk menjadi seorang ibu profesional di mulai dari :

  1. Seorang Individu
No S M A R T
1 Saya ingin menjadi seorang hamba yang mudah bersyukur setiap detiknya

 

Dengan membuat jurnal syukur

 

Dengan menuliskan 3 point syukur

 

Setiap hari sebelum tidur malam hari

 

Setiap hari tanpa terkecuali
2 Saya ingin menjadi seorang hamba yang bisa menghargai waktu Dengan membuat step harian setiap harinya Tulisan tentang rencana kegiatan sehari-hari dari aktivitas harian hingga ibadah kepada Allah Menuliskan setelah bangun tidur Setiap hari tanpa terkecuali
3 Saya ingin mencintai diri saya sendiri Dengan mengatur pola makan-olahraga-self development Dengan meluangkan waktu yang ada dari setiap checklist rencana harian Meluangkan waktu setiap harinya sebanyak minimal 30 menit Setiap harinya hingga evaluasi bulanan

 

 

  1. Seorang Istri

Dengan bertanya kepada diri sendiri “andaikata aku menjadi seorang istri, aku ingin…..”

 

No S M A R T
1 Saya ingin menjadi home bagi suami saya Dengan membuat kegiatan rutin sebelum tidur Dengan meluangkan 20 menit untuk pillow talk

 

Setiap hari sebelum tidur malam hari

 

Setiap hari tanpa terkecuali
2 Saya ingin menjadi good looking bagi suami saya Dengan membuat suami melihat saya sesuai apa yang di sukai nya Meluangkan waktu yang padat atas kebutuhan suami tersebut Menyempatkan setiap sebulan sekali untuk refresh ke salon atau treatment center Setiap bulan-3 bulan sekali
3 Saya ingin suami saya merasakan cinta dari saya Dengan mengatur pola komunikasi efisien dan produktif Dengan mengerti bahasa cinta antara pola suami yang ia berikan Menekan kebutuhan berbicara istri di saat suami sedang dalam keadaan tertekan dan lelah Setiap harinya hingga evaluasi bulanan

 

 

  1. Seorang Ibu

Dengan bertanya kepada diri sendiri “andaikata aku menjadi seorang ibu, aku ingin…..”

 

No S M A R T
1 Saya ingin menjadi seorang ibu yang produktif

 

Dengan membangun passion dan bakat tanpa meninggalkan anak di tangan orang lain Membangun

mind set bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan domestik sama halnya dengan pekerjaan publik

Setiap hari ketika menjadi ibu akan mengusahakan berpakaian selayaknya sedang bekerja

 

Setiap hari tanpa terkecuali
2 Saya ingin menjadi seorang ibu yang tidak menekan kepada anak Dengan membuat pijakan awal dalam menemukan bakat, visi dan misi hidup anak Mengikuti setiap adanya seminar, workshop parenting Ada waktu setiap bulannya untuk mengikuti acara seminar tersebut dan meluangkan waktu untuk praktek dan evaluasi bersamaan dengan suami juga Melihat jadwal diselenggarakannya
3 Saya ingin menjadi ibu yang menanamkan ahlaqul karimah kepada anak Dengan mengatur jadwal ngaji dan ibadah Dengan memberi waktu untuk mendengarkan nasehat dan menghapal Al-Qur’an Meluangkan waktu setiap harinya unutk mendengarkan nasehat dari guru ngaji/Ayah/Bunda dan mengahapal Al-Qur’an murojaah sebelum tidur dan setelah subuh Setiap harinya hingga evaluasi bulanan

 

Berikut adalah terlampir beberapa checklist dari rencana untuk menjadi seorang perempuan, istri dan ibu dalam wilayah profesionalitas dalam keluarga ke depannya. Semoga Allah meridhoi aku menjalankan setiap checklist tersebut dengan sebaik-baiknya.