Takdir Itu Bukan Untuk Saling Membubuhkan Rasa Sakit

Kali ini kisah datang dari seseorang yang tidak kusangka-sangka, ia akhirnya bercerita sepanjang hari bersamaku. Dia adalah orang yang selama puluhan tahun ini selalu aku hindari.

Menghindar dari rasa hati ini kembali terluka akibat perbuatannya yang sebenarnya tidak kuketahui secara pasti. Yang aku tahu, kala itu aku merasa tersakiti karena pilihan untuk menjalani hidup bersama seseorang yang pernah ada dalam segenap hatiku, lalu bisa bersanding seumur hidup, tapi bukan aku.

Ya, aku ini adalah Sonya, sudah menjadi seorang istri dari Raka, sesosok pria yang mampu mengisi hari-hari kelamku, sejak pertama kali aku bertemu dengannya, ia bisa menerima aku dengan kondisi aku masih memikirkan dia. Dia yang pernah ada di hati, namun memilih bersama dengan yang lain.

Sonya mengingat-ingat apa yang membuat wanita ini, wanita yang paling tidak ingin ia lihat seluruh tubuhnya sekalipun dalam hidupnya, kini bisa bersama-sama dengannya, saling berhadapan dan berceloteh dengan ringannya sambil menyesap secangkir teh.

Tidaka ada yang berubah dari diri wanita tersebut, masih sama seperti yang terakhir kali ia lihat, sekitar 15 tahun yang lalu. Ketika mereka berdua sama-sama berada dalam satu kampus ternama di sebuah kota yang penuh hingar-bingar, dan kebetulan satu asrama juga.

Ia tidak menyangka takdir yang memberikannya garis luka yang begitu dalam, begitu menyayat dirinya hingga pilu itu tidak bisa ia elakkan lagi. Sakitnya membuat hubungan dengan wanita itu makin lama makin renggang. Padahal, kalo bisa dibilang, ia dan wanita itu dulunya bagai amplop dan perangko.

Dimana ada Sonya, pastilah ada wanita tersebut. Hingga seorang pria yang berhasil merebut hati dan jiwa Sonya untuk saling berbagi, saling mengasihi khas anak-anak kuliah yang mencari jati dirinya melalui cinta.

Cinta itu sendiri membuat Sonya terperosok begitu dalam, hingga kekurangan oksigen, begitu gelap dan kelam ditambah dengan wanita itu yang membuat lukanya tergores semakin dalam.

Wanita itu yang kini berada dihadapannya, menemuinya untuk sebuah project pekerjaan. Ia tak menyangka mengapa harus memiliki hubungan dengan wanita ini lagi? Bukannya hubungannya dengan wanita ini sudah dicukupkan pada 15 tahun silam itu, ketika ia memergoki mantan kekasihnya sedang berada dalam genggaman wanita tersebut di sebuah restoran yang begitu tentram.

Ingin sekali Sonya mengguyurkan sebotol air mineral yang selalu ia bawa kemanapun ia beraktivitas, namun ia tahan, ia menahan hal itu tidak terjadi, karena ia memiliki harga dri jauh diatas wanita tersebut.

Pasalnya, wanita itu yang ia percayai sebagai teman untuk berbagi dalam segala hal, bahkan dalam romansa percintaan dengan pria tersebut yang dulu menjadi kekasihnya ini saat ini mereka yang menjadi pasangan yang paling romantis dan tak pernah Sonya perkiraan sebelumnya.

Saat itu ia hanya yakin bahwa saat ini takdir membuat dirinya begitu merasa tersakiti, luka itu jelas adanya. Dan semenjak itu, bagaimanapun bentuk pertemanan dengan teman-teman wanita, Sonya tidak membuka pintu untuk siapapun mengetahui dengan siapa saat ini mereka berhubungan sebagai sepasang kekasih.

Hingga mendekati hari pernikahan itu, Sonya baru mengabarkan bahwa ia akan menikah dengan Raka sebagai sesosok pria yang mampu sedikit demi sedikit mengembalikan kepercayaan pada dirinya, bahwa ia bisa lebih bahagia, tentu bukan dari orang lain, namun dari dirinya sendiri.

Orang lain yang datang dan pergi dalam hidupnya, sebagai suatu cara takdir memberikan luka untuk bisa diobati dengan dirinya sendiri. Bukan kepada orang-orang yang pernah singgah, namun ia yakini bahwa dengan cara itulah ia bisa lebih mencintai dirinya sendiri, tanpa peduli, akan berbalas dicintai oleh orang lain atau tidak.

Wanita itu kini datang dengan sebuah cincin melingkar pada jari manisnya, yang langsung disadari oleh Sonya,
“oh kamu sudah menikah ya Sil?”

Sila menjawab dengan nada yang tak pernah dilupakan oleh Sonya,

“Iya mbak, aku sudah menikah dengan mas Miles”

Reaksi Sonya yang tanpa disadari oleh dirinya sekalipun ini membuatnya berani untuk bilang,

“Selamat ya untuk pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang berbahagia selalu”

Tanpa seperti ada kendala apapun, wanita itu pun memberikan senyum terbaiknya dan dari situ Sonya sadar bahwa luka hatinya mulai sembuh. Hingga akhirnya ia sendiri merasa bahwa takdir tidak selalu membawa dirinya pada bagaimana mencintai dirinya sendiri.

Akan ada cerita-cerita yang tak pernah terbayangkan oleh diri Sonya sendiri, bahwa ia begitu bisa melewati beberapa bagian hidup ini dengan tidak mudah. Terkadang ia merelakan banyak perasaan yang sudah lama tercipta, dan melihat kepergian demi kepergian karena sebuah takdir, itu yang selalu ia percayai hingga saat ini.

 

 

Percaya Hanya Ada Dalam Sebuah Kata-Kata

Konsep percaya hakikatnya itu apa-apa yang telah aku percayai, bukankah ini adalah sebuah pelajaran saat kita berada di bangku sekolah dasar. Namun nyatanya pada kehidupan ini, itulah yang menjadi sebuah titik balik.

Terkadang aku mempertanyakan kepada diri aku lagi, kenapa begitu cinta terhadap duniawi? Padahal kita akan kembali pada sebuah tempat yang disana, harta-harta kita tak kita jaga. Namun, prinsip dari seseorang yang inginnya selalu berada pada garis aman ini tidak dengan begitu mudah.

Aku ingat ketika waktu itu papahku pernah bilang, bahwa dalam hidup itu dibutuhkan sebuah modal besar bukan hanya uang dari sejak awal membangun kehidupan baru. Modal dalam segi hal ketangguhan hidup. Modal dimana siap dan sedia ketika gempuran dalam kehidupan itu datang secara membabi buta sekalipun.

Kau tidak pernah tau rasanya menjadi aku?

Yaiyalah siapa juga yang tau ya berada di posisi orang lain karena diri kita sajalah butuh perjuangan yang luar biasa. Terkadang, kita hanya butuh hati yang sangat besar untuk memaklumi segala hal yang terjadi dalam kehidupan ini dengan sangat bertubi-tubi.

Papahku juga bilang, kalo dalam perihal apapun di dunia ini cukup kita menjalaninya, tidak perlu terlalu dikhawatirkan, karen semua sudah ada suratannya. Sedih ketika melihat takdir mamahku selama bertahun-tahun tidak bersama papah di dalam waktu, menghabiskan masa berduanya, hanya berdua saja, masih ada pekerjaan dan kewajiban yang ditanggung oleh papah.

Aku cuma berharap apapun yang papah kerjakan sekarang ini selalu Allah berikan nilai pahala yang bsar, sama seperti pahala dalam peperangan, mati syahid.

“Melihat dengan mata kepala sendiri, ketika pasangan seperti sudah tidak menginginkanmu lagi, maka saat itulah, apa yang ada dalam benak kalian, selain ingin pergi sejenak, melupakan apa yang telah terjadi dan masuk pada dimensi yang berbeda”

Ironi dengan keadaan ketika suatu pagi yang sangat cerah, sepasang suami istri yang tak aku sebutkan ientitasnya ini, bertengkar dengan sangat hebatnya, sampai-sampai ia tidak bisa membedakan apakah ini beneran terjadi dalam kehidupan rumah tangganya yang sudah ia jalin berpuluh tahun, namun detik itu juga ia melihat tatapan tanpa cinta dari suaminya.

Konflik ini berawal dari sebuah pertemuan yang sebetulnya tidak ia ketahui, hanya saja anaknya Saka, mungkin sudah bisa membaca kemana arah pertengkaran orang tuanya sehingga tidak menimbulkan banyak komen ataupun tanggapan.

Sebagai istri sekaligus seorang ibu, suatu ketika, ia mendapati mobil suaminya ini tidak boleh disentuh sama sekali olehnya, ia pun kebingungan dan apa yang terjadi memang, kok sampai tidak boleh ia bereskan atau sekedar membuka mobil.

Dan suatu ketika, tanpa sepengetahuannya, pak Budi sopir pribadi mereka memberikan sebuah info yang cukup mengejutkan bahwa mobil bapak sudah berada di tangan orang lain, bilangnya sih pinjam. Namun saya sendiri kurang tau bu sosok seperti apa yang meminjam mobil bapak, sahur pak Budi.

Keheranan ini sulit banget untuk terungkap, yang mana ketika istrinya menanyai kepada suami, hanya dijawab bahwa itu adalah anak buah mereka dan dipakai untuk pekerjaan dan mengecek kondisi barang-barang. Ya disitu sebagai istri tidak banyak berkata-kata, yang ada hanya lagi-lagi rasa percaya hingga waktu demi waktu yang akan menjawabnya.

Tak ada yang bisa lagi untuk menyangkal bahwa tiap-tiap orang memiliki prioritas dalam hidupnya untuk tidak ingin menyakiti pasangannya secara langsung. Ada bagian-bagian yang inginnya ia menyelamatkan hati yang rapuh itu, sehingga semakin tak bertambah rapuh.

Yang didapat hanyalah buah-buah dari rasa curiga yang entah kapan akan terkonversi menjadi sebuah rasa percaya. Apa yang kurang dari kesemuanya ini? Apakah menjadi jaminan ketika menjalin hubungan bertahun-tahun akan selamanya satu pemikiran, akur dan saling menyayangi?

Kembali tidak ada yang bisa mampu memprediksinya, selain diri kita yang mampu mengedepankan apa-apa yang dibutuhkan oleh orang yang kita sayangi daripada diri kita sendiri. Lagi-lagi ada hati yang sudah rapuh bertambah rapuh, dan tanpa sadar itu adalah cerminan dari hati kita sendiri.

Kepada Takdir Yang Terus Beralih

Suatu sore mungkin menjadi momen yang amat ditunggu-tunggu oleh dirinya. Tak pelak ia merasa menjadi pria sejati, karena telah menemukan belahan jiwanya ini dengan cara yang ia mau, perkenalan dan langsung menikah.

Lama ia bercengkrama dengan teman-temannya lalu sudah sekian jam ia habiskan tanpa ia merasa bahwa ia akan masuk pada momen yang paling menegangkan seumur hidup, tapi ia tak merasa seperti itu. Iya seperti masuk pada mesin waktu yang membawanya pada sebuah kebahagiaan.

Kebahagiaan yang seperti apa yang ia inginkan? Perkara bahagia, rasanya ia sudah banyak menebar rasa bahagia kepada orang lain, tapi apakah ia sendiri sudah merasakan bahagia. Banyaknya pengorbanan untuk membahagiakan orang lain, menjauhkan dirinya dari rasa bahagia yang harusnya ia dapatkan dalam hidup.

Hidup selalu dalam bayang-bayang perbandingan orang tua dengan saudara-saudaranya membuat ia sadar, bahwa ia tidak bisa hidup terbelenggu oleh hal itu. Ia harus hidup menjalani takdir, ia percaya bahwa apapun yang ia kerjakan saat ini adalah bentuk goresan takdir yang suatu saat akan bermuara tepat di hadapannya menjadi buket bunga yang dibawa oleh wanita impiannya, seperti lamunannya buyar oleh sapaan lembut sang mempelai wanita.

“Kang, kita udah mau siap-siap, kok malah bengong sendirian begitu?”

Raka sontak berdiri karena kaget dan bercampur takjub bahwa inilah bukti takdir yang membawanya pada hal-hal yang terkadang tidak ia rencanakan.

“Engg, ia tadi sempat menghapal ijab qobul agar lancar di meja akad nanti dek”

Raka sebagai pria dan juga anak bungsu dari 3 bersaudara itu merasa bahwa kini takdir semacam tidak ingin beralih, karena takdir yang membawa ia pada sebuah kepercayaan bahwa menabung bahagia untuk orang lain, akan ada saatnya memecah kebahagiaan untuk diri sendiri.

Teringat beberapa tahun yang silam bahwa hatinya hampir saja hancur oleh salah satu wanita yang begitu ia kasihi, cintai dengan segenap hati yang mendalam dan akhirnya dikalahkan oleh takdir. Takdir yang tak ingin ia bersama-sama dengan wanita yang ia percayai dapat memecahkan celengan kebahagiaan, ternyata ketika momen indah itu berbuah menjadi momen terpahit dalam hidupnya, ia baru tersadar, lagi-lagi ia sedang menabung kebahagiaan, untuk orang lain.

Wanita itu akhirnya bersama dengan pria lain, pria yang merupakan sahabat terdekatnya. Tidak ada prasangka atau menaruh curiga bahwa ia akan melihat tabungan kebahagiaan tersebut untuk sahabatnya semata. Dalam hati yang menaruh begitu banyak perih, ia yakini bahwa tidak ada yang salah akan takdir, walaupun pahit sekalipun.

“Nggit, kamu beneran akan menikah bulan depan sama Asnaf?”

Anggit, nama wanita itu yang setiap kali mampu membuat aku bisa bersemangat menjalani hari-hari, saat ini hanya sebuah nama yang tanpa arti buatku pribadi, karena torehan rasa sakit yang begitu pilu itu.

“Iya Ka, maaf ya aku juga tidak mengerti takdir membaw kita dan dia dalam keadaan yang seperti ini.”

Raka mendengar jawaban Anggit seolah-olah seperti paduan musik yang sedang sumbang suaranya, tidak ingin ia menanggapi dengan kata-kata kasar, dalam hidupnya, tidak sekalipun ia ingin menyakiti makhluk lain, terutama wanita dihadapannya ini yang pernah ia bahagiakan.

“Lupakan apa yang pernah kita lalui ya Nggit, sekarang kamu fokus menjadi istri dan juga ibu terbaik untuk Asnaf. Perjalanan kita anggap saja sebagai sebuah proses menemukan celengan kebahagiaan diri sendiri. Selamat menikah dan aku akan pergi”

Semua rasanya bagai serba terlambat. Raka merasa dirinya terlalu percaya diri bahwa apa yang sudah ia berikan  kepada orang lain, akan selalu bersambut baik dan menjaganya hingga nanti.

Berbeda dengan hati yang akan ada pada arena taman bermain, dimaan ada kalanya diminta untuk berlompat, bahkan berlari ketepian, padahal inginnya hanya jalan-jalan tanpa merasakan adrenalin rasa. Jika diminta untuk jujur, Raka masih belum selesai dengan Anggit, namun ia sudah seharusnya menyudahi perasaan tak berkesudahannya dengan Anggit untuk menemukan kebahagiaan dirinya sendiri bersama Sonya, istrinya kelak.

“Saya terima nikah dan kawinnya Sonya Astri binti Abdullah, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai”

Seluruh nafas panjang seolah terhembus secara bersamaan, diiringi dengan rasa syukur dan ucapan yang tiada henti untuk mengenang hari-hari membahagiakan Raka bersama Sonya.

Raka mengerti bahwa tidak ada satu pun yang bisa saling menjanjikan kebahagiaan, pasalnya Sonya pun sangat mengerti betapa terlukanya hati, jiwa dan raga Raka dalam setiap perjalanan cintanya hingga pada segmen yang terakhir itu. Sonya sungguh pengertian memberikan banyak ruang kepada Raka untuk bisa menikmati masa-masa dimana masih ada satu ruang yang ia sisakan untuk sebuah takdir yang tidak bisa beralih.

Rentang kebahagiaan tidaklah bisa terukur dari perilaku orang tersebut, apalagi hanya tampak luarnya saja. Hari-hari yang dijalani oleh Raka lambat laun membuat dirinya mengerti mengapa harus melewati sebuah fase yang menjemukan bagi dirinya.

Membuat dadanya selalu merasa sesak setiap kali mengingat beberapa kepahitan, karena memberikan celengan kebahagiaan kepada orang lain, sedangkan dirinya menderita, bahkan merana. Ternyata adalah untuk mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa tak terperi, kala ia mendapatkan kabar bahwa Sonya memberikan satu kotak kecil yang ia pikir, masa cincin?

“Kang, tolong buka ya, ini kado buat akang”, Sonya berkata dengan lembut sambil memijat bahu dan pundak Raka saat ia sedang menyesap kopi hangat di ruang kerjanya.

Raka pun sedikit mendongak, dan mengambil kotak berwarna abu-abu dengan pita berwarna merah.

“Alhamdulillah ya Allah, garis dua ini bentuk kasih sayang Allah kepada kita, dan aku begitu merasakan perasaan membuncah berkali-kali lipat mendengar hal ini dek”

Begitulah terkadang kita begitu bersikukuh terhadap apa-apa yang seharusnya memang bukan untuk takdir diri kita, hingga menyisakan ruang untuk meratapi kesedihan tersebut. Padahal, kebahagiaan yang sesungguhnya, yang orang lain bahkan tidak merasakannya, sudah menunggu di waktu yang tepat dan terkadang datang secara tak terduga.

Kisah Raka (POV) adalah bentuk dari perjalanan dari sebuah takdir yang membuat kita tidak bisa beralih dan memaksa kita menjalani hal tersebut hingga waktu yang tepat datang.

Ada 3 Cara Menanggapi Pujian Agar Tidak Terlena

Jika mendulang sebuah prestasi yang membawamu menjadi lebih di atas anagan-angan misalnya, akan ada seseorang bahkan beberapa orang terdekatmu yang serempak memberikan berbagai macam bentuk apresiasi. Apresiasi yang secara spontan dilontarkan biasanya erat dengan sebuah pujian. Seringkali, pujian tersebut membawa kita menjadi lebih berbangga diri atas apa yang telah kita usahakan, lama nya pujian ini tidak baik untuk kita pelihara, salah satu penyebabnya adalah menjadi semakin terlena dan tidak membuat kita berkembang.

 

source: http://www.pixabayapplause

Ada 5 cara untuk menanggapi pujian yang bisa di coba:

  1. Beri senyuman terindah

    Senyuman seringkali merupakan awalan yang baik dalam memulai sebuah interaksi, begitupun ketika seseorang melontarkan  pujian kepada kita atas apa yang telah kita raih.

    Senyuman yang tulus, akan membuat orang tersebut merasa dihargai dan menjadi ladang inspirasi untuk nya di suatu saat ketika ia berhasil, ia akan melakukan hal tersebut

  2. Selalu ingat di atas langit

    Peribahasa tersebut bersifat fleksible untuk digunakan dalam perkembangan zaman. Karena pada hakikatnya, akan selalu ada orang-orang yang lebih dari kita dan untuk itulah kita di wajibkan untuk selalu bersyukur dan tetap bersabar.

  3. Tanamkan mindset “pujian adalah penutup topeng diri”

    Memikirkan bahwa setiap diri ini selalu bersebelahan dengan 2 sisi, yaitu bisa sisi positif atau negatif. Ketika waktu memberikan kita positif, berbagai pujian menyeruak masuk dan disitulah saatnya untuk membisikkan diri “Pujian adalah sebagai penuutp topeng dari perbuatan burukku”.

Pujian boleh saja di lontarkan dan kita tidak bisa menolaknya, namun selalu ada dalam sisi kehidupan bahwa segala sesuatunya perlu ada pengelolaan agar tidak menimbulkan bencana di kemudian hari.

Demikian beberapa cara yang bisa membuat kita semua semakin belajar dari hari ke hari dalam memaknai setiap detail kecil dari respon lingkungan. Belajar dalam menanggapi hal-hal yang sangat dekat sekali pada kehidupan kita, niscaya menjadi sebuah habit positif yang semoga tertular menjadi virus kebaikan.

Mari Atur Waktu Olahragamu Yuk!

Mendisiplinkan pada diri untuk konsisten dalam proses menggapai beberapa mimpi memang sangat perlu, namun aku merasakan pada diri sendiri bahwa jika tidak ada keseimbangan di dalamnya, maka ada beberapa yang terkikis bahkan hilang.

Aku mengalaminya dalam segi olah fisik atau olahraga. Aku termasuk tipe yang sangat malas untuk beranjak dari kasur ketika pagi hari tiba. Sudah tertuliskan dalam benak bahwa “esok pagi harus lari”, yang ada di situ semua hanyalah wacana belaka.

Sehingga di tahun 2018 ini, aku ingin sharing sedikit bagaimana pengalaman olahragaku, mengingat aku sebagai pekerja dis ebuah perusahaan yang menggunakan sistem kerja shift. Dan dengan teratur dalam berolahraga, rasa tidak enak badan atau demam-flu yang biasa dengan mudah menyerangku dahulu, sedikit demi sedikit mulai tidak terasa.

Pertama yang aku lakukan adalah berdoa dan memohon kepada Allah, bahwa raga dan jiwa ini adalah titipan yang harus aku maintain dengan sebaik-baiknya. Salah satu mencintai dan maintan itu adlah dengan mengolah raga ini secara teratur (tidak musim-an).

 

 

jogging

source: http://www.pixebay

 

Lalu aku memiliki buku daily list yang harus aku buka setiap pagi, karena pada malam harinya aku telah menuliskan rencana pagi hari ini akan melakukan apa saja.

Pada list pertama setelah melakukan kewajiban sebagai umat muslim yaitu sholat subuh, aku menuliskan jogging pagi selama 30 menit keliling komplek indekos. Harus dipaksakan dengan punya mindset “merawat tubuh sedari muda adalah investasi di masa tua”.

Itu adalah ketika shift pagi maupun siang, hanya ketika shift pagi terlalu mepet, aku mengambil waktu sepulang kerja yaitu pukul 15.00 dan itu mencegah aku melakukan overtime di kantor.

Jika sore hari, aku tidak melakukan jogging, namun cukup berolahraga di kamar indekos ini dengan memanfaatkan beberapa hasil download zumba dance dari Youtube dan itu terasa cukup sekitar 30-45 menit.

Aku pun memanfaatkan waktu berenang ketika aku shift siang, yaitu antara hari selasa dan kamis, karena pada hari tersebut diberlakukan woman’s day sehingga dalam kegiatan berenang pun, secara pribadi aku tidak perlu risau ataupun risih.

Semoga bermanfaat ya, karena untuk memulai memang terasa sangat berat. Namun jika sudah dilakukan dan berjalan selama tiga bulan, hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan.

Selamat mencoba.

NHW#9 Bunda (Calon Bunda) sebagai Agen Perbahan

Untuk menemukan misi spesifik hidup, tentu tidak berlangsung hanya dalam sehari dua hari namun harus dilakukan secara konsisten dengan rasa pencarian yang terus menerus.

Ketika saya memutuskan untuk menemukan misi spesifik hidup di dunia kepenulisan dan menjadi lebih berbinar-binar karenanya, maka saya akan melanjutkan hal tersebut dengan bagan sebagai berikut:

Empati+passion=social venture

Minat Hobi,

Ketertarikan

 

Skill, hard soft

 

Issue Sosial

 

Masyarakat

 

Ide Sosial
Menulis buku

 

Menulis

Pantang Menyerah

Konsisten

Terjadinya sifat psikosomatis karena tidak sema tersampaikan melalui pembicaraan Semua kalangan Budaya Membaca One Wek One Book

 

Budaya Fast Writing

 

Dan ketika say a benar-benar bisa melakukan hal tersebut, menjadikan kekuatan pada diri saya sendiri untuk semakin yakin dan bisa melakukan hal ini sebagai solusi pada diri sendiri terhadap keadaan yang terkadang tidak selaras dan tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Selain dari mencoba kelola harapan itu sendiri maka mencoba untuk menuliskan segala sesuatu-nya itu adalah hal yang menyembuhkan untuk diriku sendiri.

Karena denan menjadi ibu, adalah suatu proses yang tiada henti untuk bisa menjadi agen perubahan pada sebuah peradaban. 🙂

Hasil gambar untuk misi hidup

NHW#8 Misi Hidup dan Produktivitas

Masuk pad NHW#8 ini adalah klimaks dari matrikulasi pada Bunda Produktif. Mengawali menuliskan dan merangkai kata untuk NHW#8 ini, terbersit diri ini, sudah masuk dalam kata terlambat dalam “menggalaukan” apa-apa yang masuk dalam misi hidup sehingga menunjang produktivitas kita selama hidup di muka bumi Allah ini.

Namun, ada satu kalimat yang membuat saya tidak patah arang untuk terus bergerak hingga yang terjadi adalah berubaha atau kalah.

Melihat dari NHW#& sebelumnya yang membahas segala hal terkait segala sesuatu yang BISA dan SUKA, maka hal itu adalah menulis.

 

ms

Dilanjutkan dengan menjawab melalui 3 elemen BE DO HAVE sebagai berikut:

  1. Kita ingin menjadi apa? (BE)

Saya ingin menjadi penulis

  1. Kita ingin melakukan apa? (DO)

Saya ingin melakukan kegiatan menulis dengan konsisten 2 lembar per hari

  1. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

Saya ingin memiliki buku terbit yang bisa bermanfaat dan di baca oleh banyak orang dan memiliki usaha dalam penerbitan/percetakan buku

Setelah menjawab ke-3 dari elemen tersebut, maka perhatikan 3 aspek dimensi waktu sebagai berikut:

  1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Kurun waktu kehidupan kita adalah sepanjang kita hidup di muka bumi ini. Yang ingin saya capai adalah mengalir sebuah amal jariyah yang saya ikhtiarkan melalui tulisan dan berwujud sebuah buku yang kelak bermanfaat untuk sekitar.

  1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)

Yang ingin saya capai dalam kurun 5-10 kedepan sesuai dengan milestone yang pernah saya jabarkan pada NHW sebelumnya adalah dengan terus fokus pada menulis (materi dan keilmuan tentang menulis) dan konsisten untuk selalu practice (menulis)

Dalam kurun waktu ini kita persempit pada jangka waktu 5-10 tahun yang jika diperhitungkan, sebagian dari misi hidup telah kita capai dengan sebuah hasil, yaitu tulisan pada buku terbit yang bermanfaat.

  1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)

Adalah sebuah buku terbit yang benar-benar terbit dan sampai di tangan para pembaca, sudah mendapatkan pembaca yang sudah mau membeli buku terbit saya. Lalu mulai merintis untuk memasukkan tulisan pada penerbit mayor sehingga terbit secara self publishing adalah sebagai langkah awal untuk proses personal branding dan belajar untuk memahami proses dari sebuah penerbitan.

 

 

#NHW7-Rezeki Mulia dengan Fitrah Bakat

Masuk pada #NHW7 kali ini mengenai rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus di cari.

Membuat saya semakin terbuka lebar tentang pemahaman pada sebuah rezeki itu sendiri. Terkait bagaimana kita mendapatkannya dan bagaiamana kita juga mengeluarkannya.

got talent

(sumber: http://www.pexels.com)

Dengan menggunakan sebuah aplikasi www.temubakat.com kita akan mencari tahu (dalam konteks ini), kita semakin mencari tahu bakat kita menjurus pada kondisi seperti apa.

Hasil ST30 yang dilakukan pada 13 Juli 2017

c

Potensi Kekuatan saya ialah :

  1. ANA – ANALYST
  2. CRE – CREATOR
  3. EXP – EXPLORER
  4. JOU – JOURNALIST
  5. MOT – MOTIVATOR
  6. RES – RESTORER
  7. SLC – SELECTOR

 Potensi Kelemahan saya ialah :

  1. CMD – COMMANDER
  2. DES – DESIGNER
  3. MAR – MARKETER
  4. SEL – SELLER
  5. SER – SERVER
  6. TRE – TREASURY

 

Strength Cluster (%)  :

  1. Reasoning 29%
  2. Elementary 14%
  3. Thinking 14%
  4. Networking 14%
  5. Generating Idea 14%
  6. Headman 14%

Selanjutnya adalah membuat 4 kuadran yaitu:

Kuadran Suka dan Bisa

  1. Menulis
  2. Membaca
  3. Memasak
  4. Analisis

Kuadran Suka tapi Tidak Bisa

  1. Menulis efektif dan di terima pangsa pasar
  2. Marketing
  3. Mempengaruhi orang lain untuk mengikuti 

Kuadran Tidak Suka tapi Bisa

  1. Berdandan
  2. Self control
  3. Digital Improvement

Kuadran Tidak Suka dan Tidak Bisa

  1. Menjahit

Sehingga demikian temu bakat yang saya temui dapat di jabarkan dalam 4 kuadran tersebut. Semoga dapat bermanfaat untuk bisa semakin mengakurasikan diri terhadap temu bakat yang telah saya dapatkan melalui bantuan tools ini dan atas NHW 7 ini.

#NHW6 Belajar Menjadi Manager Keluarga Handal

Materi selepas libur lebaran, semakin membuat berbinar, kenapa?

Ya sekali lagi ini berkaitan dengan menemukan peran yang sebenarnya dari penciptaan kita di dunia oleh Allah. Tidak mau, hanya sekedar hidup tanpa memberikan kontribusi yang berarti, apalagi untuk keluarga tercinta.

Membangun keluarga yang nantinya masih dalam sebuah imajinasi dan kelak di jamin oleh Allah, manusia akan hidup secara berpasang-pasangan dan kelak akan membangun sebuah keluarga, maka di sanalah titik  peran Ibu dalam mengelola diri sendiri (manage) agar tercipta kolaborasi yang baik dalam keluarga.

 

 

Dimulai dari manajemen diri sendiri terlebih dahulu yang dapat dimulai dari menulisakn 3 aktivitas paling penting dan 3 aktivitas paling tidak penting.

  1. Aktivitas paling penting
  2. Mengurus diri sendri secara jasmani-rohani (Sholat, mengaji, makan, tidur, olahraga, hiburan, mandi) à 12 jam per hari
  3. Bersosialisasi dengan lingkungan luar (bekerja, bersosial media) à 8 jam per hari
  4. Belajar pengembangan diri dengan berbagai media (buku, sosial media, radio, browsing) dan menulis di note à 4 jam per hari
  5. Aktivitas paling tidak penting
  6. Bersosial media dengan di luar dari waktu tersebut
  7. Mengurangi jatah waktu dalam mengurus diri sendiri (men-skip nya)
  8. Terlalu berlebihan sehingga habis waktu, jika telah menemukan sebuah bacaan buku yang bagus

Dan ketika menengok kembali dari list tersebut, aktivitas yang sering menyedot banyak waktu adalah dengan mengikuti apa yang di rasa hati itu menyukai dan melupakan hal tersebut telah memiliki porsinya, sehingga apakah itu termasuk dalam aktivitas penting? Dan seharusnya hal itu menjadikan sebagai aktivitas dinamis kita untuk memperbanyak jam terbang peran hidup kita nantinya.

Menentukan aktivitas paling pentingà sehingga terlihat hanya beberapa waktu (jam) yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan kegiatan

  1. Mengerjakan kegiatan sholat di awal waktu (maksimal 10 menit dari adzan berkumandang) sehingga total adalah 50-60 menit per hari

Mengaji dalam satu hari dengan waktu 1jam 30 menit

  1. Mengerjakan perawatan tubuh (mandi, fokus pada ketahanan tubuh dalam satu hari) adalah sbb:

Pagi hari dengan mandi 10 menit

Aplikasi skincare dll 10 menit

Olahraga 15 menit

Malam hari dengan skincare malam+masker 20 menit

Sehingga total adalah 55-60 menit perhari

  1. Komunikasi dengan keluarga (sapa pagi hari seluruh anggota keluarga 5 menit-di jam pick hours sapa dengan menyemangati masing-masing di grup 5 menit-menelfon ibu saat menjelang malam/mengobrol tentang ativitas hari ini 15 menit) sekaligus belajar dengan terus menulis tanpa henti setiap harinya dengan waktu 30 menit untuk research dan 30 menit untuk menulis (freewriting+edit)

 

Dapat terlihat, aktivitas penting saya dalam satu hari adalah 5 jam

Selanjutnya terdapat aktivitas rutin yang harus dikumpulkan menjadi satu waktu dan berikan kandang waktu (cut off-nya diperhatikan)

Tidur malam 6 jam perhari

Olahraga 15 menit per hari

Makan 30 menit(@sesi)à90 menit perhari

Urusan di kosan (bersih-bersih) 20 menit perhari

Menulis(30menit)-berkomunikasi(30 menit)-research data  (30 menit)

 

Lalu setelah terkumpul aktivitas rutin tersebut, saya dapat membuat jadwal harian yang dapat saya kerjakan sesuai dengan kandang waktu beserta aktivitas dinamis tersebut.

Berikut jadwal rutin harian saya yang akan saya bagi menjadi 2 season

Season 1 ketika saya shift pagi

Tahajud                                                               02.30-03.00

Bangun dan sholat subuh                               05.00-05.15

Murojaah/hafidzul Qur’an                              05.15-05.30

Sarapan-mandi-daily routin skincare            05.30-06.00

Sapa keluarga di grup sekaligus blogwalking 06.00-06.20

Berangkat kerja                                                 06.20-06.35

Bekerja                                                               06.35-15.15

Pulang  kerja                                                     15.15-15.30

Olahraga- waktu bebas (rehat)-sholat Ashar 15.30-16.30

Mandi                                                                 16.30-16.45

Tilawah Al-Qur’an                                            16.45-18.00

Persiapan mengaji                                           18.00-18.30

Mengaji                                                                18.30-21.30

Menulis                                                                21.30-22.00

Tidur                                                                     22.00-02.30

Season 2 ketika saya shift siang

Tidur malam                                                     23.30-02.30

Tahajud                                                             02.30-03.00

Bangun dan sholat subuh                               05.00-05.15

Murojaah/hafidzul Qur’an                              05.15-05.30

Sarapan-mandi-daily routin skincare            05.30-06.00

Sapa keluarga di grup sekaligus blogwalking 06.00-06.20

Menulis lanjut mencari data                            06.20-08.20

Mandi dan urusan kosan                                  08.20-09.20

Ada kegiatan di luar (tent) /bebas/Tilawah   09.20-11.20

Persiapan berangkat kerja (masak)                 11.20-12.20

Mandi                                                                    12.20-12.45

Berangkat kerja                                                   12.45-13.00

Bekerja                                                                  13.00-22.00

Pulang kerja                                                          22.15-22.30

Olahraga dan perawatan skincare malam     22.30-23.30

 

Semoga saya diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan daily rutin tersebut selama 3 bulan kedepan 🙂

 

 

NHW#5 Design Pembelajaran

Design Pembelajaran Calon Ibu Profesional

Menciptakan dan menyusun design pembelajaran calon ibu profesional by Grandys adalah dengan mencoba menerapkan metode ADDIE sebagai penunjang proses pembelajaran diri secara fitrah.

Pengertian dari Design pembelajaran sendiri, merupakan praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan antara penerima dan pemberi ilmu (sumber google.com)

Maka dari itu, kesesuaian antara misi hidup yang telah Allah karuniakan kepadaku yang selama ini aku tidak menyadarinya secara utuh, ternyata membuat aku sering merasa berbinar-binar. Dengan menulis, aku serasa menjadi sebuah tempat menemukan kebahagiaan yang tak terduga sebelumnya juga lebih merasa hidup dan lebih bersyukur.

Sehingga, dengan begitu telah aku jabarkan tentang perjalanan KM 0 ku yang terhitung secara rentang selama  5 tahun, dapat dipelajari dan dijabarkan secara mendetail dengan Metode ADDIE ini.

Metode ADDIE ini yang sifat pembelajarannya lebih generik, fungsinya yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif, dinamis, dan mendukung kinerja dari pelatihan itu sendiri.

Ada 5 tahapan dari model ADDIE ini yaitu:

  1. Analisis
  2. Design
  3. Development
  4. Implementasi
  5. Evaluasi

(sumber ervindasabila.blogspot.com)

baloon

sumber: pexels.com

Kecocokan dalam design pembelajaran tersebut dengan kebutuhan dalam belajar aku, yang saat ini aku rasakan  adalah dalam langkah demi langkahnya yang menarik dan menimbulkan kesinambungan satu sama lainnya. Sehingga terbentuk sebuah implementasi untuk terus di evaluasi.

Tidak menutup kemungkinan, ilmu yang aku dalami kelak akan terus menerus berkembang karena adanya sistem evaluasi tersebut.

Berdasarkan NHW#4 tentang miles stone dan kepenulisan salah satu contoh dari checklist di NHW#2 dan saat ini NHW#5 tentang mendesign-kan hal tersebut kelak akan menjadi:

  1. Analisa

Aku akan menjabarkan tentang perihal kepenulisan secara teoritis beserta faktor-faktor yang menjadi parameter keberhasilan dan hambatan yang ada di dalamnya. Aku harus mulai memunculkan satu bukti nyata ketika ada sebuah kendala, maka aku akan menyikapinya seperti apa.

  1. Design

Disini, aku akan membangun kurikulum sesuai dengan miles stone aku, yang terentang dari beberapa waktu hingga benar adanya menulis adalah sebuah ketercapaian yang tidak hanya disukai namun benar di praktekkan.

 

Singkatnya dapat aku bagi dari 3 kategori, yaitu pengenalan (agar aku tahu lebih dulu), pemahaman (on track aku benar melakukan apa yang di sebut dengan menulis, yaitu menulis terus tanpa henti sekaligus mencari mentor untuk bisa menemukan jalan kepenulisan aku), dan mahir (yaitu kondisi dimana sudah menemukan genre yang bisa di kembangkan dengan lebih baik lagi hingga terasa kebermanfaatannya bagi diri sendir dan lingkungan).

 

  1. Development

Pengembangan dari hal-hal yang sudah di design kan itu langsung secara nyata. Dapat membuat sistemik yang sudah meliputi bagian-bagian kritis dari proses pembelajaran kepenulisan tersebut, apakah sudah ada sistem dalam mengolah hasil tulisan seperti editor dan penerbit. Apakah akan di proses  secara self publishing ataukah melalui mayor.

 

  1. Implementasi

Adalah benar adanya hal itu terlaksana. Seperti sebuah buku yang benar nyata sudah menjadi dalam bentuk buku yang sudah siap untuk naik cetak dan proses distribusi.

  1. Evaluasi

Evaluasi diperlukan untuk kebutuhan revisi dan pengembangan menu sebuah karya yang baik dan dapat diterima oleh lingkungan sebagai sebuah jalan kebaikan.

Evaluasi juga bisa diterapkan dari langkah 1-4 tadi, namun yang di titik beratkan disni adalah evaluasi secara keseluruhan dari sistem yang telah di bangun hingga terjadi implementasi.

 

Proses pembelajaran itu tidak ada yang pernah sederhana, jika kita benar adanya menginginkan ilmu tersebut tersampaikan dengan baik.

 

Maka, kita harus benar-benar memahami jalan apakah yang akan kita tempuh hingga, dalam penentuan rute demi rute itu akan tergambarkan melalui cara metode pembelajaran yang beragam, sesaui dengan fitrah bakat manusia, bahwa manusia itu tercipta secara unik.

Selamat belajar untuk belajar J