Melihat Orang Tua Bahagia

Banyak yang bekata, bahwa orang tua itu adalah harta berharga yang dimiliki oeh seorang anak.

Itu benar dan sangat benar.

Jadi apa, ketika orang tua yang kita miliki seakan-akan membuat kita tidak bisa menghargainya?

Saat itulah, ketika banyak orang yang berkata bahwa kita sejatinya membahagiakan orang tua adalah sebuah hal yang sulit.

Sejujurnya, hal yang tersulit adalah sebuah pikiran kita, yang tidak mampu mencapai batas untuk membuka dan membuat sebuah daya cipta yang positif.

Terjadi untuk diriku sendiri yang merasakan tidak bisa membuka pikiran saat berdiskusi dengan orang tua. Terdapat semacam tameng yang semakin menguat seiring perkataan yang berupa sebuah nasehat itu bertentangan dengan sisi pemahaman, dan inilah yang bermuara pada sebuah sikap menjadi lebih sulit untuk membahagiakan orang tua.

Aku begitu menyayangi mereka setulus dan segenap hatiku. Tidak ada sebuah pertimbangan dari hal lain yang dapat mematahkan nasehat mereka, selama hal itu tidak membawa pada sebuah keburukan.

Untuk itu, dimulai dari pengeloloaan pemikiran dari diri pribadi sendiri dahulu untuk dapat mencapai sebuah tingkat agar mudah dalam membahagiakan orang tua.

Tidak ada hal yang dapat mengahalang-halangi kita untuk berbuat baik, apalagi terhadap keduu orang tua sendiri. Hal ini tercermin dari sikap yang selalu betul-betul merasakan apa yang mereka rasakan.

Seperti dapat dicontohkan, ketika kita makan malam dalam satu meja bersama dengna kedua orang tua, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengambil hati mereka dan membuat mereka bahagia.

  1. Menghindari fokus lain selain fokus pada acara tersebut hingga usai, dan dilarang untuk bermain gadget selama kita menciptakan waktu yang berkualitas bersama orang tua.
  2. Mengambilkan mereka makanan yang sangat mereka sukai dan membantu dalam menyiapkan peralatan lainnya.
  3. Berbicara dengan nada sopan dan menunjukkan wajah yang antusias dan mementingkan nasehat-nasehat dari mereka untuk dapat kita aplikasikan.
  4. Tidak menyinggung perasaan mereka dengan cara memberikan sebuah berita atau kabar yang kurang menyenangkan. Galilah, potensi untuk dapat berbicara secara serius dan intensif selain saat jam makan malam.

Beberapa tahapan yang dapat diambil untuk dijadikan sebagai gambaran bahwa membuat bahagia kedua orang tua tidak perlu muluk-muluk atau menunggu waktu yang sangat lama. Hingga orang tua terlambat merasakan rasa cinta dan kasih dari anaknya.

#ODOPfor99Days #postinguntuk220217

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s